www.man3malang.com

Pembukaan Jambore UKS dan GPBN Nasional - Ditandai Dua Rekor MuRI Featured

Pemecahan dua rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) menandai pembukaan Jambore UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) tingkat nasional dan GPBN (Gelar Prestasi Bela Negara) kemarin.
Pemecahan dua rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) menandai pembukaan Jambore UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) tingkat nasional dan GPBN (Gelar Prestasi Bela Negara) kemarin. Rekor pertama adalah paduan suara dengan peserta terbanyak yang dilangsungkan saat pembukaan di GOR Ken Arok. Diikuti peserta terbanyak, gerakan cuci tangan dengan sabun di sepanjang Jl Ijen pukul 16.00 kemarin sore menjadi rekor kedua.

Selain dua rekor MuRI, kota ini kemarin juga mendapat dua penghargaan. Yakni, sebagai daerah UKS di Jatim oleh Gubernur Imam Utomo dan pencanangan Kota Malang sebagai kota vokasi oleh Mendiknas Bambang Sudibyo.

Selain Bambang dan Imam, hadir dalam even perdana di Indonesia tersebut Dirjen Pembinaan SMK Joko Sutrisno, Dirjen Manajemen Dikdasmen Suyanto, Kadis P dan K Jatim Rasiyo, Wali Kota Malang Peni Suparto, dan jajaran Muspida Kota Malang. Tampak juga Rektor UMM Muhadjir Effendy.

Kedatangan Bambang kemarin disambut pasukan khusus Kerajaan Singosari yang diperankan siswa-siswi dan guru SD, SMP, dan SMA kota ini. Juga tari modern dan tari kolosal topeng bapang dengan 900 penari siswa SD dan SMP Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, Bambang mengungkapkan jambore UKS ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk menyehatkan anak bangsa. Untuk sehat, sesuai dengan sumpah UKS, siswa, guru, dan masyarakat harus bebas dari rokok, bebas dari beragam bentuk kenakalan remaja, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesehatan. Sedangkan melalui GPBN, diharapkan siswa-siswi SMK mampu mengekplorasi kemampuan seni dan budaya serta kesehatan lewat olahraga. "Untuk maju, bangsa ini harus memiliki generasi yang cerdas. Tidak hanya cerdas inteligensia, tapi juga cerdas emosional, cerdas jasmani, dan cerdas rohaninya," ucapnya. Karena itulah, dari kompetisi ini, diharapkan tercipta sebuah kompetisi yang sehat. Caranya dengan olah hati, olah pikir, dan olahraga.

Usai membuka ajang jambore UKS dan GPBN, Bambang dan rombongan meneruskan lawatan ke SD internasional atau SD model di wilayah Tlogowaru, Kedungkandang. Di sekolah ini, guru besar UGM itu juga meresmikan beroperasinya sekolah model. Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke SMPN 23 dan SMKN 10 yang berada satu area dengan SD model. Setelah itu, dilanjutkan ke Unisma dan terakhir ke UMM.

Di tempat terpisah, Manajer MuRI Paulus Pangka mengungkapkan, untuk dua rekor MuRI, jika dilihat dari segi waktu, antara pemecahan rekor paduan suara dan cuci tangan masal, jelas lebih dulu paduan suara. Namun, pencatatan cuci tangan masal terbukukan dalam rekor MuRI dengan nomor 2.677. Sedangkan paduan suara tercatat dengan nomor 2.678. "Secara sah, dua kegiatan itu berhasil memecahkan rekor sebelumnya di dua daerah berbeda," ucapnya.

Sebelum dipecahkan Kota Malang, rekor cuci tangan masal pernah dilakukan di Sukabumi 22 November 2006 lalu. Saat itu, ada sekitar 5.162 peserta yang terlibat. Kota Malang mengungguli Sukabumi karena pesertanya lebih banyak, yakni mencapai 10 ribu (dari usulan 12 ribu peserta). Begitu juga rekor paduan suara yang pernah dicatat Pemprov Kalimantan Timur dengan peserta 6.800. Di Kota Malang, jumlah peserta mencapai 6.917. "Pencatatan rekor ini tidak ada kecacatan sama sekali. Paduan suara telah mengusung tiga unsur suara, yakni sopran, bas, dan alto. Begitu juga kekompakan cuci tangan dalam waktu bersamaan," terang Paulus.

Paulus mengungkapkan, rekor ini secara resmi memang hanya mencatat saja. Yang lebih penting di sini adalah makna upaya pemecahan rekor. Yakni, memberikan motivasi kepada anak-anak dan orang tua yang dilibatkan bahwa hidup bersih dan sehat adalah dua hal yang sangat berarti. "Jangan dilihat rekornya, tapi harus dimaknai apa yang diusung dari kegiatan ini," tandasnya.

Sebelum pemecahan rekor cuci tangan dengan sabun, ada beragam kegiatan lain. Puluhan siswa tingkat SD dan SMP dengan terampil membuat tembikar atau keramik tanah liat. Setelah itu, mereka berlomba mewarnai keramik dengan cat air. Meski belepotan tanah, keriangan menghiasi barisan siswa dari 33 provinsi seluruh Indonesia tersebut. "Kotor tidak selamanya jelek. Sebab, dengan kotor anak-anak bisa mengekspresikan kreativitas. Yang penting bagaimana bisa happy terus tanpa kuman," ucap Hakim Jusuf, penanggung jawab gerakan cuci tangan dengan sabun.

Kegiatan Jambore UKS khususnya perlombaan dilaksanakan di kampus MAN 3 Malang, banyak lomba yang dipertandingkan untuk meraih prestasi terbaik, diantaranya cerdas cermat, lomba puisi, lomba paduan suara.dan PPGD Sampai berita ini dilansir Propinsi Jawa Barat meraih juara I, untuk lomba cerdas cermat Kalimantan Tengah dan NTB berturut meraih juara I dan II.

Jawa POS dan Berbagai Sumber
Rate this item
(0 votes)
back to top

GAUL ISLAM

TAHUKAH ANDA

IPTEK & KOMPUTER

UMUM

KESEHATAN

UNIK

AKADEMIK

  • Kalender Akademi
  • Prestasi
  • MAKBI
  • Akselerasi
  • Olimpiade

KOMUNITAS