www.man3malang.com

Sosialisasi Penyuluhan HIV/AIDS Featured

Jumat 24 November 2007, MAN 3 Malang kedatangan tamu istimewa yaitu Merlyn Sopjan, beliau berasal dari tim dinas kesehatan Kota Malang, maksud kedatangn dari Merlyn adalah untuk mengadakan Penyuluhan tentang bahayanya HIV/AIDS bagi siswa MAN 3 Malang. Tujuannya yaitu siswa MAN 3 Malang mampu menjadi memberikan pendidikan bagi teman sebayanya agar terhindar dari HIV/AIDS.
Jumat 24 November 2007, MAN 3 Malang kedatangan tamu istimewa yaitu Merlyn Sopjan, beliau berasal dari tim dinas kesehatan Kota Malang, maksud kedatangn dari Merlyn adalah untuk mengadakan Penyuluhan tentang bahayanya HIV/AIDS bagi siswa MAN 3 Malang. Tujuannya yaitu siswa MAN 3 Malang mampu menjadi memberikan pendidikan bagi teman sebayanya agar terhindar dari HIV/AIDS.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00-16.00 berlangsung menarik dengan dijelaskan tentang bedanya HIV dan AIDS, HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melwan segala jenis penyakit yang datang dan diketahui adanya virus didalam tubuh seseorang namun orang itu masih dalam keadaan sehat. Sedang AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sindrom atau kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Sejarah HIV/AIDS
  • HIV pertama kali ditemukan di Amerika, ini terjadi pada hubungan sesama jenis, dulunya dikenal dengan nama gaysex(1981).
  • Pada tahun 1983, Institut Pasteur menemukan virus penyebab gaysex sehingga namanya berubah menjadi HIV.
  • Pada tahun 1987, Indonesia telah mengenal HIV/AIDS yang ditemukan pertama kali di Bali
  • Indonesia merupakan urutan ke 3 penyakit HIV/AIDS terbanyak setelah India, dan Cina.
merlyn
Merlyn memberikan penyuluhan

peserta
Peserta
AIDS tidak menular melalui : Air Mata, Air Liur (masih ada peluang penularan), gigitan serangga, hidup serumah asal tidak berhubungan badan, bersinggungan dengan penderita, bersentuhan dengan barang/pakaian penderita, berciuman di pipi,makan dan minum, berenang.

Sedang orang yang beresiko tertinggi tertular adalah :

  • Orang yang dengan perilaku seks yang beresiko yaitu dengan berganti-ganti pasangan misalnya PSK dan pelanggannya
  • Pengguna Narkoba suntik
  • Bayi yang Ibunya terinfeksi HIV
  • Petugas Kesehatan : Dokter, Bidan, Perawat, dan Petugas LAB

Tanda-tanda HIV
  • Lelah berkepanjangan
  • Sering Demam
  • Sesak Nafas dan batuk berkepanjangan
  • Berat badan turun mencolok
  • Bercak merah kebiruan pada kulit dan mulut
  • Diare yang tidak jelas penyebabnya (terus menerus)
  • Bercak putih luka pada kulit dan dalam mulut
HIV/AIDS belum ada obatnya sehingga orang yang terinfeksi akan jadi pembawa dan penular HIV/AIDS selamanya, walau orang itu tidak sakit/sehat.

Cara pencegahan HIV/AIDS
  • Hindari pemakaian Narkoba terutama Narkoba suntik
  • Hindari hubungan seks berganti-ganti pasangan, terutama dengan PSK
  • Bersikap saling setia
  • Bagi Ibu Hamil, saat melahirkan lebih baik melalui operasi caesar
  • Edukasi pendidikan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS
  • Mengutamakan nilai moral etika dan agama
  • Penderita HIV/AIDS sadar untuk tidak menularkan penyakit pada orang lain
Selain diatas Merlyn juga menerangkan presentasi kumulatif kasus berdasarkan faktor resiko
  • Pengguna Narkoba 83.53 %
  • PSK 2.9 %
  • Waria 0.97 %
  • Napi (kasus Narkoba) 10.2 %
  • Ibu Rumah Tangga 2.4 %

Berdasarkan Jenis Kelamin
  • Jenis L = 80.4%
  • P = 19.4%

Dampak Sosial - Ekonomi
  • Angka harapan hidup menurun
  • Sistem pelayanan kesehatan dikarenakan biaya yang besar
  • Kemiskinan Meningkat
  • Perkembangan ekonomi akan terhambat
  • Percerian akan meningkat
Rate this item
(0 votes)
back to top

GAUL ISLAM

TAHUKAH ANDA

IPTEK & KOMPUTER

UMUM

KESEHATAN

UNIK

AKADEMIK

  • Kalender Akademi
  • Prestasi
  • MAKBI
  • Akselerasi
  • Olimpiade

KOMUNITAS